Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat tuhan Yang Maha Esa bahwa penulis telah menyelesaikan tugas makalah Bahasa Indonesia dengan membahas tentang Pencemaran Lingkungan.
Dealam penyusunan tugas atau materi ini tidak sedikit hambatan yabg kami hadapi. Namun kami menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang kami hadapi teratasi.
Semoga materi ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi kami sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, amin.
Bekasi ,15 April 2011
Penyusun
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1. jumlahnya melebihi jumlah normal
2. berada pada waktu yang tidak tepat
Kamis, 24 September 2015
Perahu Jung
Perahu Jung Dari Cina
Perahu bercadik terkenal yang terpahat di Borobudur, disebut dengan Perahu
Borobudur, hanyalah satu petunjuk bahwa kapal-kapal dan pelayaran telah
memainkan peran besar dalam segenap urusan Jawa dan Laut Jawa selama
berabad-abad
sebelum abad ke-15. Maka tidak mengherankan tatkala pelaut Portugis
mencapai
perairan Asia Tenggara pada awal tahun 1500-an mereka telah menemukan
wilayah
ini didominasi kapal-kapal dagang milik orang Jawa yang disebut dengan
"Jung
Jawa". Pada saat itu jung-jung ini menguasai jalur rempah rempah yang
sangat
penting, yang terbentang antara Malaka, Jawa, dan Maluku.
Istilah "Jung" digunakan pertama kali dalam catatan-catatan perjalanan
Rahib
Odorico, John de Marignolli, dan Ibnu Battuta pada abad ke-14. Sebagian
pendapat
menyatakan bahwa istilah "jung" berasal dari kata chuan (bahasa Cina) yang
Perahu bercadik terkenal yang terpahat di Borobudur, disebut dengan Perahu
Borobudur, hanyalah satu petunjuk bahwa kapal-kapal dan pelayaran telah
memainkan peran besar dalam segenap urusan Jawa dan Laut Jawa selama
berabad-abad
sebelum abad ke-15. Maka tidak mengherankan tatkala pelaut Portugis
mencapai
perairan Asia Tenggara pada awal tahun 1500-an mereka telah menemukan
wilayah
ini didominasi kapal-kapal dagang milik orang Jawa yang disebut dengan
"Jung
Jawa". Pada saat itu jung-jung ini menguasai jalur rempah rempah yang
sangat
penting, yang terbentang antara Malaka, Jawa, dan Maluku.
Istilah "Jung" digunakan pertama kali dalam catatan-catatan perjalanan
Rahib
Odorico, John de Marignolli, dan Ibnu Battuta pada abad ke-14. Sebagian
pendapat
menyatakan bahwa istilah "jung" berasal dari kata chuan (bahasa Cina) yang
Sejarah Masuknya Jepang Ke Indonesia
Nama Narasumber :
- H. Khaidir Zaenal (Datuk)
- Siti Amini
Pengalaman-pengalaman, peristiwa-peristiwa, serta
hal-hal yang terjadi selama pendudukan tentara Jepang di Indonesia dari bulan
Maret 1942 sampai dengan bulan Agustus 1945.
Dalam perang dunia kedua, tentara
Jepang banyak yang mendapat kemenangan. Hampir seluruh daerah Asia diduduki
oleh tentara Jepang. Rakyat Indonesia banyak yang mengalami penderitaan selama
pendudukan tentara Jepang di Indonesia. Waktu itu Jepang disebut dengan nama Dai Nippon.
Waktu tentara Jepang menduduki
Indonesia, Datuk masih duduk di bangku Sekolah
Desa atau sekarang bernama Sekolah Dasar. Murid-murid setiap pagi
sebelum belajar harus melakukan TAISHO yang
artinya SENAM. Setiap pagi sebelum TAISHO semua murid-murid harus
membungkukkan badan kearah timur, yaitu kearah negeri Jepang sebagai
penghormatan kepada Kaisar Jepang yang bernama Kaisar HIROSHITO. Kaisar yang sekarang yaitu TENO HEIKA.
Penderitaan rakyat waktu itu yaitu
ialah kekurangan bahan makanan sehingga banyak yang memakan umbi-umbian seperti
singkong, ketela, dan beras jagung sebagai pengganti beras. Pemuda-pemuda
banyak yang disuruh kerja paksa seperti membangun rel kereta api, jembatan, dan
jalan-jalan, sehingga banyak pemuda-pemuda kita yang kurus kering bahkan banyak
yang mati. Rakyat banyak menggunakan pakaian yang terbuat dari kulit kayu,
karung goni, dan lain-lain, karena ketiadaan kain. Penyakit yang banyak terjadi
adalah penyakit kudis yang tumbuh dijari tangan, yang menimbulkan nanah.
Anak-anak gadis dan ibu-ibu muda banyak dijadikan pelacur untuk memuaskan nafsu
tentara Jepang. Dan korban-korban pelacuran tentara Jepang itu banyak yang
masih hidup
Langganan:
Postingan (Atom)